Laju Peduli

6 Hal yang Harus Dilakukan Pasca Banjir Surut: Panduan Keselamatan Lengkap

Melihat air bah mulai surut tentu memberikan rasa lega yang luar biasa bagi para pengungsi. Keinginan untuk segera kembali ke rumah, membersihkan sisa lumpur, dan menata ulang perabot pasti sangat menggebu. Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan pasca banjir dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan musibah baru?

Fase setelah bencana seringkali menyimpan bahaya tak kasat mata. Mulai dari risiko sengatan listrik (korsleting), ancaman hewan berbisa yang bersembunyi, hingga wabah penyakit kulit dan pencernaan yang kerap menyerang warga setelah air kering. Seperti yang dialami oleh saudara-saudara kita di Aceh Tamiang dan wilayah Sumatera lainnya, proses pemulihan pasca bencana membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Agar Anda dan keluarga tetap aman saat kembali ke rumah, berikut adalah ulasan lengkap mengenai 6 hal yang harus dilakukan pasca banjir sebelum Anda memutuskan untuk menempati kembali hunian Anda.

Hal yang harus dilakukan pasca banjir

1. Pastikan Instalasi Listrik Benar-Benar Aman

Langkah pertama dan paling krusial adalah mengecek sistem kelistrikan. Ini adalah pembunuh nomor satu pasca banjir. Jangan buru-buru menyalakan saklar utama (MCB) meskipun lampu tetangga sudah menyala terang.

Air adalah konduktor listrik yang sangat baik. Meskipun dinding terlihat kering, bagian dalam pipa listrik (conduit) mungkin masih tergenang air.

  • Periksa Kabel Terkelupas: Cek apakah ada lapisan kabel yang digigit tikus atau terkelupas akibat gesekan benda hanyut.

  • Keringkan Stop Kontak: Buka penutup stop kontak (jika berani dan paham) untuk memastikan bagian dalamnya kering. Gunakan hair dryer jika perlu.

  • Peralatan Elektronik: Jangan langsung mencolokkan kulkas, TV, atau mesin cuci yang sempat terendam. Biarkan kering sempurna di bawah sinar matahari selama minimal 3 hari, atau bawa ke jasa servis untuk pengecekan komponen dalam.

2. Waspada “Tamu Tak Diundang” (Hewan Liar)

Saat banjir terjadi, hewan-hewan seperti ular kobra, kelabang, biawak, dan kalajengking juga ikut mengungsi mencari tempat kering. Seringkali, mereka memilih bersembunyi di tumpukan baju, di balik lemari, di dalam sepatu, atau di sela-sela kasur yang lembap.

Salah satu hal yang harus dilakukan pasca banjir yang sering dilupakan adalah “membuat gaduh” sebelum masuk ruangan.

  • Gunakan sepatu boots tinggi dan sarung tangan tebal.

  • Pukul-pukul sudut ruangan, bawah lemari, dan tumpukan barang dengan tongkat kayu panjang.

  • Jangan memasukkan tangan ke tempat gelap tanpa penerangan yang cukup.

3. Bersihkan Lumpur Endapan Secepatnya

Lumpur sisa banjir bukanlah tanah biasa. Lumpur ini mengandung bakteri E. coli, Salmonella, limbah kotoran manusia, dan zat kimia berbahaya yang terbawa arus. Jika dibiarkan mengering, lumpur ini akan menjadi debu beracun yang merusak paru-paru.

Tips membersihkannya:

  • Semprot saat Basah: Bersihkan lumpur selagi masih basah menggunakan air bertekanan tinggi. Jika sudah mengeras, lumpur akan sangat sulit dibersihkan.

  • Gunakan Disinfektan: Setelah lumpur hilang, pel seluruh lantai dan lap dinding setinggi rendaman air menggunakan cairan disinfektan, karbol, atau pemutih pakaian yang diencerkan. Ini wajib dilakukan untuk membunuh kuman penyakit.

4. Periksa Struktur Bangunan Secara Teliti

Arus air yang deras memiliki kekuatan destruktif yang bisa menggerus pondasi rumah atau membuat dinding retak. Sebelum membawa masuk keluarga (terutama anak-anak), lakukan inspeksi visual:

  • Apakah ada retakan baru yang menganga di dinding?

  • Apakah plafon terlihat melengkung atau bocor karena resapan air hujan?

  • Apakah tiang penyangga rumah masih tegak lurus atau miring?

  • Periksa juga kondisi pintu dan jendela, apakah macet akibat kayu yang memuai?

Jika menemukan kerusakan struktur yang parah, sebaiknya jangan menempati ruangan tersebut dan segera cari bantuan tukang atau ahli bangunan demi keselamatan.

5. Sterilisasi Alat Makan dan Sumber Air

Jangan pernah menggunakan piring, gelas, sendok, atau botol susu bayi yang sempat terendam banjir sebelum disterilisasi total. Mencuci dengan sabun pencuci piring biasa kadang tidak cukup mematikan bakteri membandel.

Langkah sterilisasi:

  1. Cuci bersih dengan sabun.

  2. Rebus peralatan makan (bahan keramik/kaca/logam) dalam air mendidih selama 5-10 menit.

  3. Untuk peralatan plastik, rendam dalam larutan disinfektan khusus alat makan (food grade).

Selain itu, pastikan sumber air bersih (sumur) dikuras terlebih dahulu dan diberi kaporit jika tercemar air banjir yang keruh. Gunakan air kemasan atau air bantuan untuk konsumsi sampai air sumur dinyatakan layak.

6. Waspada Penyakit Pasca Banjir

Penyakit biasanya muncul 3-7 hari setelah banjir surut. Kondisi tubuh yang lelah ditambah lingkungan yang kotor menjadi pemicu utamanya. Penyakit yang umum menyerang adalah:

  • Diare & Tifus: Akibat sanitasi buruk.

  • Leptospirosis (Kencing Tikus): Menular lewat luka terbuka yang terkena air kotor. Gejalanya demam tinggi mendadak dan nyeri otot betis.

  • Penyakit Kulit: Kutu air dan gatal-gatal.

Segera ke posko kesehatan terdekat jika anggota keluarga mengalami gejala demam atau gangguan pencernaan.

Kesimpulan

Bencana banjir memang melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Namun, keselamatan jiwa tetaplah prioritas utama yang tak bisa ditawar. Dengan disiplin menerapkan 6 panduan hal yang harus dilakukan pasca banjir di atas, kita bisa meminimalisir risiko kecelakaan dan wabah penyakit susulan.

Bagi Anda yang terdampak banjir namun kekurangan alat kebersihan atau logistik, Laju Peduli terus berikhtiar menyalurkan bantuan ke titik-titik bencana. Mari saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan hingga kondisi pulih sedia kala.

Yuk bantu warga Aceh tamiang dengan cara KLIK DI SINI

 

  • Jika Kamu suka dengan artikel ini, silahkan share melalui Media Sosial kamu.
  • Atau Kunjungi www.lajupeduli.org untuk mendapatkan artikel terupdate tentang Palestina
  • Jangan lupa ikuti sosial media kami

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Scroll to Top