Hanya tinggal hitungan minggu, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut tamu agung bernama Ramadhan. Di berbagai tempat, persiapan sudah mulai dilakukan: karpet masjid dicuci wangi, pengeras suara diperbaiki, dan jadwal tarawih disusun. Namun, suasana berbeda justru menyelimuti saudara-saudara kita di Aceh Tamiang.
Pasca banjir bandang yang menerjang, jejak kerusakan masih sangat nyata tertinggal. Bukan hanya rumah warga yang porak-poranda, tetapi renovasi masjid Aceh Tamiang kini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Ratusan “Rumah Allah” di sana kondisinya memprihatinkan, kotor, dan tak layak digunakan untuk beribadah.

Kondisi Memprihatinkan Rumah Allah Pasca Banjir
Tim relawan Laju Peduli yang turun ke lapangan melaporkan pemandangan yang menyayat hati. Lantai tempat sujud yang biasanya bersih, kini tertutup lapisan lumpur tebal yang mulai mengeras. Dinding-dinding masjid lembap dan meninggalkan bekas tinggi air yang sempat merendam bangunan.
Kerusakan fasilitas ibadah pun tak terhindarkan:
Al-Qur’an Hanyut: Lembaran ayat suci yang biasa dibaca anak-anak mengaji, kini rusak menjadi bubur kertas atau hanyut terbawa arus.
Speaker Membisu: Perangkat sound system terendam air, membuat suara adzan tak bisa lagi berkumandang lantang.
Sajadah Rusak: Karpet tebal yang menjadi alas sujud kini bau, kotor, dan penuh bakteri.
Warga setempat merasa sedih dan bingung. “Di mana kami akan shalat tarawih nanti jika masjid masih seperti ini?” tanya salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Jangan Biarkan Mereka Kehilangan Syahdunya Ramadhan
Masjid dan Meunasah (musholla) bagi masyarakat Aceh adalah jantung kehidupan. Ia bukan sekadar bangunan beton, melainkan tempat pulang untuk menguatkan iman setelah lelah menghadapi ujian bencana.
Jika renovasi masjid Aceh Tamiang ini tidak segera dilakukan, ribuan warga terancam kehilangan momen syahdu Ramadhan tahun ini. Mereka terpaksa beribadah di tempat seadanya, mungkin di bawah tenda darurat atau di teras rumah yang masih tersisa, tanpa kenyamanan yang layak.
Aksi Nyata Laju Peduli: Hadirkan Kembali Cahaya Masjid
Melalui program kemanusiaan ini, Langkah Maju Peduli (Laju Peduli) mengajak seluruh Sahabat Baik untuk bergotong royong. Kita berpacu dengan waktu sebelum hilal Ramadhan terlihat.
Fokus bantuan yang akan disalurkan meliputi:
Pembersihan Total: Mengangkat sisa lumpur, membersihkan lantai, dan mengecat ulang dinding yang kusam.
Pengadaan Alat Sholat: Mengganti karpet sajadah, mukena, dan sarung yang rusak.
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan kembali mushaf Al-Qur’an baru untuk kegiatan tadarus.
Perbaikan Fasilitas: Memperbaiki tempat wudhu dan instalasi listrik/suara.
Pahala Jariyah yang Tak Terputus
Rasulullah SAW menjanjikan balasan istimewa bagi mereka yang peduli terhadap rumah-Nya. Beliau bersabda: “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Membantu renovasi masjid Aceh Tamiang bukan hanya soal memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun istana kita di akhirat kelak. Setiap sujud yang dilakukan warga di atas lantai yang Anda bersihkan, setiap huruf Al-Qur’an yang mereka baca dari mushaf yang Anda wakafkan, akan mengalirkan pahala jariyah yang tiada henti.
Salurkan Bantuan Terbaik Anda Sekarang
Sahabat, mari kita hapus kesedihan mereka jelang Ramadhan. Jadilah alasan masjid-masjid di pelosok Aceh kembali hidup dan bercahaya. Jangan tunda niat baik ini, karena waktu terus berjalan.
Baca Juga:
- Laju Peduli Salurkan 200 Paket Makanan Siap Saji untuk Warga Kelaparan di Tanjung Pura, Langkat
- Banjir dan Longsor Landa Pulau Sumatra, Korban Tewas Naik Menjadi 174 Orang
- Laju Peduli Resmi Melepas Tim Tanggap Darurat untuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Semeru
Anda bisa berdonasi langsung melalui tombol dibawah ini:
Ramadhan Menanti, |




