Kafarat artinya penebusan atau penghapus kesalahan yang diwajibkan kepada seorang Muslim ketika ia melanggar aturan tertentu dalam syariat.
Istilah ini tidak sekadar bermakna “denda”, tetapi sebuah ibadah yang membersihkan dosa sekaligus membawa manfaat sosial bagi orang lain.
Daftar Isi

1. Kafarat Artinya: Pengertian Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, kafarat artinya menutup, menyembunyikan, atau menghapus. Kata ini berasal dari bahasa Arab kafara yang bermakna menutupi.
Dalam istilah fikih, kafarat adalah ibadah penebusan yang diwajibkan ketika seorang Muslim melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tertentu dalam syariat, seperti melanggar sumpah, merusak ibadah puasa, atau melanggar aturan ihram.
Beberapa poin penting tentang pengertian kafarat:
Kafarat bersifat wajib, bukan sunnah.
Kafarat hanya berlaku pada pelanggaran tertentu yang disebutkan nash.
Kafarat hampir selalu memiliki dimensi sosial, misalnya memberi makan fakir miskin.
Jadi, ketika kita mengatakan kafarat artinya penebusan, maksudnya adalah penebusan yang diatur langsung oleh Allah dan Rasul-Nya, bukan sekadar denda duniawi.
2. Dasar Hukum yang Menjelaskan Kafarat Artinya Penebusan Wajib
Agar lebih mantap, mari lihat dalil-dalil yang menunjukkan bahwa kafarat artinya kewajiban syar’i, bukan sekadar tradisi.
a. Dalil dari Al-Qur’an
Beberapa ayat yang menjadi landasan kafarat:
QS. Al-Maidah [5]: 89 – tentang kafarat sumpah (kafarat yamin).
QS. Al-Baqarah [2]: 196 – mengenai kafarat pelanggaran ihram bagi jamaah haji dan umrah.
QS. Al-Mujadilah [58]: 3–4 – menjelaskan kafarat zihar.
Ayat-ayat ini mengandung penjelasan bahwa kafarat artinya kewajiban yang harus ditunaikan sebagai bentuk taubat dan ketaatan.
b. Dalil dari Hadits Nabi
Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW menjelaskan secara praktis bagaimana seseorang menjalankan kafarat.
Misalnya, kisah sahabat yang berhubungan dengan istrinya di siang hari Ramadan, lalu Nabi memberi pilihan kafarat: memerdekakan budak, puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.
Ini menegaskan bahwa kafarat bukan sekadar teori, tetapi praktik nyata yang dilakukan di masa Rasulullah.
3. Jenis-Jenis Kafarat dan Contoh Kasusnya
Pada bagian ini, kita fokus pada jenis kafarat yang paling sering dibahas ulama. Dengan memahami jenisnya, kita semakin paham bahwa kafarat artinya sistem penebusan yang sangat rinci.
3.1 Kafarat Sumpah (Kafarat Yamin)
Kafarat ini berlaku jika seseorang:
bersumpah memakai nama Allah,
lalu ia melanggar sumpah tersebut secara sengaja.
Bentuk kafarat:
Memberi makan sepuluh orang miskin, atau
Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
Memerdekakan seorang budak.
Jika sama sekali tidak mampu, barulah puasa tiga hari.
3.2 Kafarat Puasa Ramadan
Kafarat ini dikenakan jika suami istri melakukan hubungan intim pada siang hari di bulan Ramadan dalam keadaan berpuasa.
Urutan kafaratnya:
Memerdekakan budak.
Jika tidak mampu → puasa dua bulan berturut-turut.
Jika masih tidak mampu → memberi makan 60 orang miskin.
Kasus ini sering disebut dalam kajian fikih untuk menjelaskan bahwa kafarat artinya konsekuensi berat atas pelanggaran tertentu.
3.3 Kafarat Zihar
Zihar adalah ucapan suami yang menyamakan istrinya dengan ibunya (misalnya: “Engkau bagiku seperti punggung ibuku”). Ini merupakan bentuk ucapan yang diharamkan.
Kafarat zihar:
Memerdekakan budak;
jika tidak mampu, puasa dua bulan berturut-turut;
jika tidak mampu, memberi makan 60 orang miskin.
3.4 Kafarat Pelanggaran Ihram
Ini berkaitan dengan pelanggaran ketika sedang ihram, seperti:
memakai wewangian,
mencukur rambut,
berburu hewan darat,
memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki).
Kafaratnya bisa berupa:
menyembelih hewan (dam),
memberi makan miskin,
atau berpuasa, sesuai jenis pelanggaran.
3.5 Kafarat Nazar
Jika seseorang bernazar untuk melakukan ketaatan, lalu tidak menunaikan nazarnya, ia wajib menunaikan kafarat sumpah seperti pada poin 3.1.
4. Hikmah dan Tujuan Kafarat dalam Kehidupan Seorang Muslim
Setelah memahami jenisnya, kita dapat merangkum bahwa kafarat artinya bukan hanya hukuman, tetapi sarana pendidikan ruhani.
Beberapa hikmah kafarat:
Menyucikan jiwa dari dosa yang berkaitan dengan pelanggaran ibadah.
Mendisiplinkan lisan, agar tidak sembarangan bersumpah.
Menguatkan komitmen dalam melaksanakan nazar.
Mengasah empati sosial, karena banyak kafarat berupa memberi makan fakir miskin.
Menunjukkan keadilan dan kasih sayang Allah, yang memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bersalah.
Dengan kata lain, ketika kita mengatakan kafarat artinya penebusan, ia sekaligus merupakan sarana perbaikan diri yang sangat mendalam.
5. Cara Menghitung dan Menentukan Nominal Kafarat
Di lapangan, umat Islam sering bertanya: “Berapa rupiah kafarat yang harus saya keluarkan?”
Jawaban pastinya dapat berbeda antar daerah, karena mengikuti standar makan layak di tempat masing-masing.
Secara praktis, beberapa lembaga amil menetapkan:
Kafarat sumpah: nilai makanan 10 orang miskin. Misal satu porsi makan ≤ Rp 35.000, maka dikali 10.
Kafarat puasa Ramadan: nilai makanan 60 orang miskin.
Kafarat ihram: setara harga satu kambing yang sah sebagai kurban/dam.
Yang perlu diingat, kafarat artinya penebusan yang harus jujur. Jadi, jangan sengaja menekan nominal sampai jauh di bawah standar makan layak.
6. Cara Membayar Kafarat Secara Online dengan Aman
Di era digital, menunaikan kafarat jauh lebih mudah. Namun kemudahan ini tetap harus berada di atas prinsip kehati-hatian.
Berikut panduan praktis:
Identifikasi jenis kafarat
Pastikan dulu pelanggaran Anda termasuk kafarat sumpah, puasa, nazar, atau ihram.Konsultasi jika ragu
Jika bingung, Anda dapat bertanya kepada ustadz, lembaga fatwa, atau tim layanan syariah lembaga zakat.Pilih lembaga resmi
Pilih lembaga yang memiliki:legalitas jelas,
laporan penyaluran,
rekam jejak amanah.
Lakukan pembayaran
Umumnya tersedia:transfer bank,
virtual account,
e-wallet,
QRIS.
Minta bukti penyaluran
Simpan struk atau laporan penyaluran sebagai dokumentasi pribadi bahwa kafarat artinya sudah Anda tunaikan.
7. Kesalahan Umum dalam Memahami Kafarat Artinya Apa
Ada beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat:
Menganggap kafarat sama dengan denda tilang, sehingga dibayar asal-asalan tanpa niat ibadah.
Mengira kafarat bisa diganti sedekah biasa, padahal kafarat memiliki bentuk spesifik.
Menunda-nunda pembayaran, padahal ia kewajiban yang harus segera ditunaikan.
Mengira bahwa istighfar saja sudah cukup, tanpa perlu kafarat, padahal syariat mewajibkan keduanya dalam kasus tertentu.
Memahami hal ini membantu kita menempatkan kafarat artinya ibadah wajib, bukan sekadar opsi tambahan.
Ringkasan: Kafarat Artinya Tanggung Jawab Ibadah
Sebagai penutup, mari kita rangkum:
Kafarat artinya penebusan yang diwajibkan ketika seorang Muslim melanggar ketentuan syariat tertentu.
Dalil-dalilnya ada dalam Al-Qur’an dan hadits, terutama terkait sumpah, puasa, zihar, nazar, dan ihram.
Bentuk kafarat bisa berupa:
memberi makan fakir miskin,
memerdekakan budak,
menyembelih hewan,
atau berpuasa beberapa hari/bulan.
Hikmahnya meliputi penyucian jiwa, peneguhan komitmen, dan penguatan kepedulian sosial.
Di zaman sekarang, kafarat bisa ditunaikan secara online melalui lembaga resmi yang amanah.
Pada akhirnya, kafarat artinya wujud nyata tanggung jawab seorang hamba terhadap janji dan ibadahnya di hadapan Allah.
Semakin kita memahami makna kafarat, semakin hati-hati pula kita menjaga lisan, ibadah, dan setiap janji yang kita ucapkan.
Baca Juga:
- 3 Hal Penting tentang Kafarat Jima Puasa yang Wajib Diketahui
Kafarat Adalah: Panduan Lengkap, Jenis, Dalil, dan Cara Membayar (Update 2025)
- Bayar Kafarat Online 2025 – Cepat, Aman, dan Sesuai Syariat
Tunaikan Kafarat Sempurnakan Taubat dengan cara KLIK DI SINI untuk menunaikan kafarat atau klik gambar di bawah ini.
- Jika Kamu suka dengan artikel ini, silahkan share melalui Media Sosial kamu.
- Atau Kunjungi www.lajupeduli.org untuk mendapatkan artikel terupdate tentang Palestina
- Jangan lupa ikuti sosial media kami





