Dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa yang masih tersisa dari Ramadan sebelumnya. Tanpa disadari, banyak orang menyambut bulan suci dengan semangat ibadah, tetapi lupa bahwa masih ada kewajiban puasa yang belum ditunaikan. Padahal, hutang puasa adalah amanah ibadah yang tidak boleh dianggap remeh.
Menjelang datangnya Ramadan, inilah waktu terbaik untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan memastikan bahwa kewajiban puasa yang lalu tidak tertinggal. Artikel ini akan mengingatkan kita tentang makna hutang puasa, hukumnya, serta cara menunaikannya dengan benar sebelum Ramadan tiba.
Daftar Isi
Apa yang Dimaksud dengan Hutang Puasa
Kenapa Hutang Puasa Tidak Boleh Diabaikan
Dalil tentang Kewajiban Membayar Hutang Puasa
Siapa Saja yang Wajib Mengganti Puasa
Kapan Waktu Terbaik Membayar Hutang Puasa
Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Terbayar Hingga Ramadan
Menyambut Ramadan dengan Hati yang Lebih Tenang
Kesimpulan

1️⃣ Apa yang Dimaksud dengan Hutang Puasa
Hutang puasa adalah puasa wajib yang ditinggalkan pada bulan Ramadan dan belum diganti di hari lain. Hutang ini biasanya terjadi karena uzur syar’i, seperti:
sakit
bepergian jauh (safar)
haid atau nifas
kondisi tertentu yang dibenarkan syariat
Meskipun dibolehkan untuk tidak berpuasa dalam kondisi tersebut, mengganti puasa di hari lain tetap wajib dilakukan. Inilah yang sering terlupakan ketika waktu terus berjalan hingga Ramadan kembali tiba.
2️⃣ Kenapa Hutang Puasa Tidak Boleh Diabaikan
Banyak orang menunda-nunda membayar hutang puasa dengan alasan masih ada waktu. Padahal, menunda kewajiban ibadah tanpa alasan yang jelas bisa menjadi kelalaian.
Alasan kenapa hutang puasa tidak boleh dianggap sepele:
termasuk kewajiban langsung kepada Allah
tidak bisa digantikan dengan niat saja
menjadi tanggungan ibadah hingga ditunaikan
memengaruhi kesempurnaan ibadah Ramadan berikutnya
Itulah sebabnya, dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa, karena Ramadan seharusnya disambut dengan ibadah yang bersih dari tanggungan.
3️⃣ Dalil tentang Kewajiban Membayar Hutang Puasa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“…Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat ini menegaskan bahwa hutang puasa wajib diganti, bukan dihapus. Uzur hanya memberi keringanan waktu, bukan menghilangkan kewajiban.
4️⃣ Siapa Saja yang Wajib Mengganti Puasa
Tidak semua orang memiliki kewajiban yang sama. Berikut kelompok yang wajib membayar hutang puasa:
orang sakit yang sudah sembuh
musafir yang sudah kembali
perempuan yang haid atau nifas
ibu hamil atau menyusui (menurut sebagian pendapat ulama)
Sedangkan orang yang tidak mampu secara permanen, seperti lansia renta atau sakit kronis, memiliki ketentuan lain berupa fidyah.
Memahami kategori ini penting agar tidak salah dalam menunaikan kewajiban.
5️⃣ Kapan Waktu Terbaik Membayar Hutang Puasa
Secara syariat, hutang puasa boleh dibayar kapan saja sebelum Ramadan berikutnya tiba. Namun, para ulama menganjurkan untuk menyegerakannya.
Waktu yang dianjurkan:
setelah Ramadan berakhir
di bulan Syawal
di bulan-bulan sebelum Ramadan berikutnya
Menunda hingga mendekati Ramadan sering kali membuat seseorang kehabisan waktu atau tenaga. Karena itu, pengingat dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa menjadi sangat relevan di masa ini.

6️⃣ Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Terbayar Hingga Ramadan?
Jika seseorang masih memiliki hutang puasa saat Ramadan tiba, maka:
ia tetap boleh berpuasa Ramadan
setelah Ramadan, hutang puasa tetap wajib diganti
menurut sebagian ulama, ada kewajiban tambahan fidyah jika penundaan tanpa uzur
Perbedaan pendapat ini menunjukkan betapa pentingnya tidak menunda hutang puasa tanpa alasan yang jelas.
7️⃣ Menyambut Ramadan dengan Hati yang Lebih Tenang
Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah bulan penyucian diri, bukan hanya dari dosa, tetapi juga dari tanggungan ibadah yang belum selesai.
Menyelesaikan hutang puasa memberikan banyak manfaat:
hati lebih tenang
ibadah lebih fokus
tidak dihantui rasa bersalah
Ramadan dijalani dengan penuh kesiapan
Karena itu, sebelum kita sibuk menyiapkan menu sahur, jadwal tarawih, atau target khatam Al-Qur’an, jangan lupa mengecek satu hal penting: apakah hutang puasa kita sudah lunas?
8️⃣ Kesimpulan
Dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa yang masih menjadi tanggungan ibadah kita. Hutang puasa bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi amanah yang harus ditunaikan sebelum atau sesudah Ramadan sesuai ketentuan syariat.
Dengan menyelesaikan hutang puasa lebih awal, kita menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan ibadah yang lebih khusyuk.
Baca Juga:
- Mengenal Fidyah Puasa dan Tujuan Disyariatkannya
- Donasi Palestina Online: 10 Program Bantuan Untuk Palestina
- Donasi Online 100% Aman dan Transparan
- Apa Itu Fidyah? Panduan Lengkap & Mudah Dipahami
Yuk lunasi hutang puasa dengan tunaikan fidyah untuk membantu saudara kita yang membutuhkan. KLIK DI SINI untuk menunaikan fidyah atau klik gambar di bawah ini.
- Jika Kamu suka dengan artikel ini, silahkan share melalui Media Sosial kamu.
- Atau Kunjungi www.lajupeduli.org untuk mendapatkan artikel terupdate tentang Palestina
- Jangan lupa ikuti sosial media kami





