Laju Peduli

Dikit Lagi Puasa, Jangan Lupakan Hutang Puasa: 7 Pengingat Penting Sebelum Ramadan

Dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa yang masih tersisa dari Ramadan sebelumnya. Tanpa disadari, banyak orang menyambut bulan suci dengan semangat ibadah, tetapi lupa bahwa masih ada kewajiban puasa yang belum ditunaikan. Padahal, hutang puasa adalah amanah ibadah yang tidak boleh dianggap remeh.

Menjelang datangnya Ramadan, inilah waktu terbaik untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan memastikan bahwa kewajiban puasa yang lalu tidak tertinggal. Artikel ini akan mengingatkan kita tentang makna hutang puasa, hukumnya, serta cara menunaikannya dengan benar sebelum Ramadan tiba.

Daftar Isi

  1. Apa yang Dimaksud dengan Hutang Puasa

  2. Kenapa Hutang Puasa Tidak Boleh Diabaikan

  3. Dalil tentang Kewajiban Membayar Hutang Puasa

  4. Siapa Saja yang Wajib Mengganti Puasa

  5. Kapan Waktu Terbaik Membayar Hutang Puasa

  6. Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Terbayar Hingga Ramadan

  7. Menyambut Ramadan dengan Hati yang Lebih Tenang

  8. Kesimpulan

hutang puasa menjelang ramadan jangan dilupakan

1️⃣ Apa yang Dimaksud dengan Hutang Puasa

Hutang puasa adalah puasa wajib yang ditinggalkan pada bulan Ramadan dan belum diganti di hari lain. Hutang ini biasanya terjadi karena uzur syar’i, seperti:

  • sakit

  • bepergian jauh (safar)

  • haid atau nifas

  • kondisi tertentu yang dibenarkan syariat

Meskipun dibolehkan untuk tidak berpuasa dalam kondisi tersebut, mengganti puasa di hari lain tetap wajib dilakukan. Inilah yang sering terlupakan ketika waktu terus berjalan hingga Ramadan kembali tiba.

2️⃣ Kenapa Hutang Puasa Tidak Boleh Diabaikan

Banyak orang menunda-nunda membayar hutang puasa dengan alasan masih ada waktu. Padahal, menunda kewajiban ibadah tanpa alasan yang jelas bisa menjadi kelalaian.

Alasan kenapa hutang puasa tidak boleh dianggap sepele:

  • termasuk kewajiban langsung kepada Allah

  • tidak bisa digantikan dengan niat saja

  • menjadi tanggungan ibadah hingga ditunaikan

  • memengaruhi kesempurnaan ibadah Ramadan berikutnya

Itulah sebabnya, dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa, karena Ramadan seharusnya disambut dengan ibadah yang bersih dari tanggungan.

3️⃣ Dalil tentang Kewajiban Membayar Hutang Puasa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“…Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…”
(QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menegaskan bahwa hutang puasa wajib diganti, bukan dihapus. Uzur hanya memberi keringanan waktu, bukan menghilangkan kewajiban.

4️⃣ Siapa Saja yang Wajib Mengganti Puasa

Tidak semua orang memiliki kewajiban yang sama. Berikut kelompok yang wajib membayar hutang puasa:

  • orang sakit yang sudah sembuh

  • musafir yang sudah kembali

  • perempuan yang haid atau nifas

  • ibu hamil atau menyusui (menurut sebagian pendapat ulama)

Sedangkan orang yang tidak mampu secara permanen, seperti lansia renta atau sakit kronis, memiliki ketentuan lain berupa fidyah.

Memahami kategori ini penting agar tidak salah dalam menunaikan kewajiban.

5️⃣ Kapan Waktu Terbaik Membayar Hutang Puasa

Secara syariat, hutang puasa boleh dibayar kapan saja sebelum Ramadan berikutnya tiba. Namun, para ulama menganjurkan untuk menyegerakannya.

Waktu yang dianjurkan:

  • setelah Ramadan berakhir

  • di bulan Syawal

  • di bulan-bulan sebelum Ramadan berikutnya

Menunda hingga mendekati Ramadan sering kali membuat seseorang kehabisan waktu atau tenaga. Karena itu, pengingat dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa menjadi sangat relevan di masa ini.

membayar hutang puasa sebelum ramadan

6️⃣ Bagaimana Jika Hutang Puasa Belum Terbayar Hingga Ramadan?

Jika seseorang masih memiliki hutang puasa saat Ramadan tiba, maka:

  • ia tetap boleh berpuasa Ramadan

  • setelah Ramadan, hutang puasa tetap wajib diganti

  • menurut sebagian ulama, ada kewajiban tambahan fidyah jika penundaan tanpa uzur

Perbedaan pendapat ini menunjukkan betapa pentingnya tidak menunda hutang puasa tanpa alasan yang jelas.

7️⃣ Menyambut Ramadan dengan Hati yang Lebih Tenang

Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah bulan penyucian diri, bukan hanya dari dosa, tetapi juga dari tanggungan ibadah yang belum selesai.

Menyelesaikan hutang puasa memberikan banyak manfaat:

  • hati lebih tenang

  • ibadah lebih fokus

  • tidak dihantui rasa bersalah

  • Ramadan dijalani dengan penuh kesiapan

Karena itu, sebelum kita sibuk menyiapkan menu sahur, jadwal tarawih, atau target khatam Al-Qur’an, jangan lupa mengecek satu hal penting: apakah hutang puasa kita sudah lunas?

8️⃣ Kesimpulan

Dikit lagi puasa, jangan lupakan hutang puasa yang masih menjadi tanggungan ibadah kita. Hutang puasa bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi amanah yang harus ditunaikan sebelum atau sesudah Ramadan sesuai ketentuan syariat.

Dengan menyelesaikan hutang puasa lebih awal, kita menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih lurus, dan ibadah yang lebih khusyuk.

Baca Juga:

Yuk lunasi hutang puasa dengan tunaikan fidyah untuk membantu saudara kita yang membutuhkan. KLIK DI SINI untuk menunaikan fidyah atau klik gambar di bawah ini.

Fidyah Puasa

  • Jika Kamu suka dengan artikel ini, silahkan share melalui Media Sosial kamu.
  • Atau Kunjungi www.lajupeduli.org untuk mendapatkan artikel terupdate tentang Palestina
  • Jangan lupa ikuti sosial media kami

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Scroll to Top