Panduan Lengkap: Niat Puasa Tasu’a dan Asyura Serta 5 Keutamaan Dahsyatnya

Panduan Lengkap: Niat Puasa Tasu’a dan Asyura Serta 5 Keutamaan Dahsyatnya

 

🌙 Memaksimalkan Ibadah di Bulan Allah (Syahrullah)

Bulan Muharram hadir membawa berton-ton kebaikan yang sayang jika dilewatkan. Dari sekian banyak amalan sunnah, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram merupakan ibadah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Sayangnya, masih banyak yang bingung mengenai bagaimana pelafalan niat puasa tasu’a dan asyura yang benar sesuai sunnah.

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap pelafalan niat, tata cara pelaksanaan, hingga rahasia keutamaan dahsyat di balik puasa Muharram. Mari kita persiapkan diri untuk meraup pahala maksimal dan menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu!

niat puasa tasu'a dan asyura

📖 Panduan Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura Sesuai Sunnah

1. Bacaan Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Tujuan utama Rasulullah SAW mensyariatkan puasa pada hari kesembilan ini adalah untuk menyelisihi (membedakan diri) dari ibadah kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Tâsû’â-a lillâhi ta’âlâ.”

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Bacaan Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura adalah puasa inti di bulan Muharram yang memiliki sejarah panjang, memperingati hari diselamatkannya Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun. Pelaksanaannya jatuh pada tanggal 10 Muharram.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lillâhi ta’âlâ.”

Artinya: “Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.”

Catatan Waktu Niat: Niat ini idealnya diucapkan di malam hari sebelum masuk waktu Subuh. Namun, karena ini adalah puasa sunnah, jika Anda terlupa berniat di malam hari, Anda tetap boleh berniat di pagi hari (sebelum waktu Dzuhur) asalkan belum makan atau minum sama sekali sejak Subuh.

✅ Tata Cara Pelaksanaan Puasa Muharram

Secara fiqih, tata cara puasa Muharram tidak berbeda dengan puasa Ramadhan atau puasa sunnah lainnya. Berikut adalah rukun dan sunnah pelaksanaannya:

1. Makan Sahur (Sunnah)

Sangat dianjurkan untuk bangun sebelum waktu Subuh guna menyantap hidangan sahur. Rasulullah SAW bersabda, *”Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.”*

2. Menahan Diri (Al-Imsak)

Menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar shadiq (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib).

3. Menjaga Lisan & Perbuatan

Karena Muharram adalah salah satu dari empat Bulan Haram (suci), perbuatan dosa pada bulan ini akan dilipatgandakan bobotnya. Jagalah lisan dari ghibah dan amarah.

4. Menyegerakan Berbuka (Sunnah)

Ketika azan Maghrib berkumandang, segeralah membatalkan puasa. Dianjurkan berbuka dengan kurma (ruthab/tamr) atau air putih sebelum menunaikan salat Maghrib.

✨ 5 Keutamaan Dahsyat Puasa 9 dan 10 Muharram

Mengorbankan waktu makan dan minum selama satu hari penuh di bulan ini tidaklah sia-sia. Ada jaminan luar biasa dari Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang menegakkan amalan 10 Muharram:

  • Penghapus Dosa Setahun Silam: Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah menjamin puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan setahun sebelumnya. Ini adalah momen pembersihan diri paling efektif.
  • Puasa Paling Utama Setelah Ramadhan: Rasulullah menyebutkan bahwa puasa terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadhan adalah puasa di “Bulan Allah”, yaitu bulan Muharram.
  • Mengikuti Jejak Para Nabi: Berpuasa di hari Asyura berarti Anda sedang menapak tilas rasa syukur Nabi Musa a.s. atas kemenangan yang diberikan Allah SWT melawan kezaliman Firaun.
  • Pahala Berlipat Ganda: Karena dilakukan di dalam salah satu Bulan Haram (suci), amal ibadah puasa ini mendapatkan multiplier efek pahala yang tidak ditemukan di bulan-bulan biasa.
  • Menyelisihi Tradisi Ahli Kitab: Dengan menambah puasa di tanggal 9 (Tasu’a), umat Islam membuktikan identitas dan kesempurnaan syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

🤲 Sempurnakan Puasa dengan Sedekah di “Lebaran Yatim”

Ibadah puasa adalah bentuk kesalehan individual (Habluminallah). Agar amalan di bulan Muharram mencapai puncak kesempurnaan, kita harus menyeimbangkannya dengan kesalehan sosial (Habluminannas).

Momentum 10 Muharram = Hari Raya Anak Yatim

Di Indonesia, 10 Muharram lekat dengan sebutan “Lebaran Yatim” atau Idul Yatama. Mengusap kepala dan memberikan santunan kepada anak yatim di hari Asyura memiliki keutamaan luar biasa. Ulama menyebutkan, barangsiapa yang melapangkan rezeki sesamanya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya selama setahun penuh.

Lengkapi Ibadah Anda Bersama Laju Peduli

Sambil menjalankan ibadah puasa, Anda bisa menitipkan amanah kebahagiaan untuk anak-anak yatim prasejahtera melalui program Muharram unggulan dari Laju Peduli:

🛒
Belanja Bersama Yatim
🎓
Beasiswa Yatim Dhuafa
💻
Donasi Yatim Online

Santuni Yatim Sekarang

Awali Tahun Baru dengan Rekam Jejak Amal Terbaik!

Jangan biarkan hari-hari penuh berkah di bulan Muharram berlalu begitu saja. Amalkan niat puasa tasu’a dan asyura Anda dengan ikhlas, dan tutup hari puasa Anda dengan senyum kebahagiaan anak-anak yatim bersama Laju Peduli.

Terkoneksi dengan Kebaikan Laju Peduli:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top